Blog Archives

Coretan Tanpa Makna

Entah dengan atau tanpa arti, telah banyak waktu lalui bersama. Dan rasanya tak mungkin terenggut habis karena di setiap bait nya berisi barisan kata yang luruh dari setiap inci aneka rasa yang menggelayut dalam angan, derita, bahagia, rindu, cinta dan semua rasa yang terpatri dalam kalam batin.
Semilir angin mengingatkan pesona alami mentari di pagi hari. Semua nya terlukis dalam beragam persepsi dan pemaknaan. Masih banyak cerita tertinggal di antara jejak baru dalam lelahnya perjalanan. Semuanya terlalu indah untuk dilewatkan. Setiap detik waktu itu telah menjadi pahatan indah di setiap logika nalar dari ketiadaan definisi tatanan nilai.

Advertisements

Aku dan Rasaku

Aku dan rasaku, diam dalam temaram senja di ufuk barat. Indah pernah tertanam dalam hati, mengisi di setiap jengkal rongga. Indah menghiasi hari, tak temukan alasan untuk lari.
Aku masih tertambat dalam indah yang lamban menguap menghilang dalam mimpi rindu yang tak pernah layu. Wujud mimpi bersama berhembus lembut dalam wujud tak pasti yang tertanam dalam sunyi.
Aku dan rasaku tak lagi kuat menopang diri. Membantah sunyi yang membeku di sebidang hati. Terpaku pada mimpi yang tak lagi terpatri. Hingga tak sesal kugadai semuanya dalam waktu tanpa menanti.

Tentang Kamu dan Kita

Sebuah cerita tentang kamu dan kita
Tersemat janji setia dalam lafal khusyu’
Ku pahamkan dalam hati agar selaras dalam rasa
Membina indah mahligai dalam ruang hati
Mewujud dalam cinta sejati yang tak tertawar lagi
Kedamaiannya memahkotai kepingan hati
Menghentak dawai rasa dalam petikan romansa
Bentang tabir rasa berpacu dengan rindu
Berjuta kata mengharu biru berkabut sendu
Haru penuh cahaya kasih meluap dengan rasa syukur
Melantukan kidung suci dalam getar dawai sanubari
Melebur menjadi satu dan mencipta dalam kalbu

Bersamamu Mu

Bertahan ku disini
Ungkap semua rasa
Demi keyakinan ini
Tentang takdir cinta

Ku yakinkan diri
Rasa ini tak akan pernah mati
Membalut hangat seluruh nafasku
Menua bersama dalam pelukmu

Suara Hati

Jam di dinding kamar menunjukkan jam setengah tiga malam tapi mata ini tak bisa kupejamkan, walau itu hanya untuk sekejap saja……
Senyummu, tatapanmu, suaramu dan bahasa tubuhmu terus menghiasi angan dan pikiranku. Jadi bagaimana mungkin mata ini bisa kupejamkan.
Bayanganmu membuatku resah… aku resah dan gelisah tak tahu kenapa… mungkin takut kamu tak jadi milikku, atau mungkin aku takut kamu akan mengabaikanku…takut kamu tak punya rasa yang sama denganku…
Sungguh aku bingung dengan perasaanku sendiri……… apa yang terjadi padaku ? rasa ini menyiksa batinku. fikiran dan tenagaku sudah terkuras habis untuk itu.
Sesak rasanya dada ini. Beginikah rasanya cinta sejati itu ?
Kenapa rasanya begitu menyakitkan ? Kapankah rasa sakit ini akan berhenti ? Seandainya saja aku bisa tahu apa yang kamu rasakan…
Seandainya saja aku punya keberanian untuk mengungkapkannya……

aku masih menyayangimu…..

Telah jauh sudah langkah kaki ini
Menjauh sejauh mungkin
Berharap hingga tak mungkin bisa menemukanmu lagi

Namun…
Aku tak sanggup
Bayanganmu masih selalu ada dalam setiap langkah yang kuambil
Semakin jauh langkah yang kuambil
Semakin perih juga rasa ini menyiksa batin
Hingga akhirnya harus aku akui

Aku masih menyayangimu…..
Walau aku tahu
Aku dan kamu kini di dunia yang berbeda

sendiri

Pada suatu waktu terkadang kita membutuhkan waktu untuk menyendiri. Waktu dimana kita bisa menciptakan ketentraman dan kedamaian dalam diri. Waktu yang bisa membuat kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan bijaksana.
Dengan menyendiri kita bisa mencapai pada sebuah kondisi keheningan. Kondisi dimana kita bisa memasrahkan diri pada sebuah grand design kehidupan alam semesta. Kondisi yang akhirnya bisa mengantarkan kita pada sebuah penyatuan terhadap rasa yang sulit untuk kita gambarkan karena telah melebihi batas kemampuan yang dimiliki oleh manusia.
Oleh karenanya luangkanlah waktu sejenak untuk menyendiri. Lalu biarkanlah diri menyatu dengan aliran dan denyut nadi kehidupan alam semesta