Blog Archives

Napak Tilas Pabrik Gula (PG) Tanggulangin

20170130_09270520170130_092612Sebagian besar orang mungkin tidak mengenal dan tahu tentang Pabrik Gula (PG) Tanggulangin. Namun bagi para penggemar sejarah, khususnya bagi para penggemar bangunan bersejarah pastinya tahu tentang PG Tanggulangin. Pabrik Gula yang hingga sekarang bangunan nya masih berdiri kokoh dan masih terlihat jelas sisa-sisa kejayaannya. PG Tanggulangin adalah salah satu pabrik gula modern di masanya. PG Tanggulangin bersama dengan PG Redjoagung, PG Krebet, PG Pakies dan PG Ponen yang di kelola dalam satu badan yang bernama N.V. Algemeene Maatschappij tot Exploitatie der Oei Ting Ham Suikerfabrieken adalah tulang punggung dari kerajaan bisnis yang di bangun oleh Oei Tiong Ham. Dari pabrik gula tersebut, Oei Tiong Ham menjelma menjadi pengusaha gula yang paling sukses di Hindia Belanda bahkan asia dan dari situlah dia dijuluki Raja Gula dari Jawa. Antara tahun 1800 an akhir dan 1900 an awal memang gula merupakan salah satu komoditas ekspor yang sangat menguntungkan. Produksi gula pada masa pemerintahan Hindia-Belanda cukup terkenal di dunia Internasional, terutama di Jawa. Hal ini tak lain karena pada waktu itu Jawa merupakan eksportir gula nomor dua terbesar setelah Kuba dalam pasaran dunia.
20170130_092604Dengan segala nilai historis yang melekat pada bangunan bersejarah ini. Kiranya bangunan yang berada di jalan raya tanggulangin kecamatan tanggulangi kabupaten Sidoarjo Indonesia untuk bisa dijadikan cagar budaya sebagai objek wisata heritage. Dengan manajemen pengelolaan yang bagus, tentunya bangunan bersejarah ini akan memberikan kemanfaatan baik itu dari sisi edukasi ataupun juga ekonomi bagi warga sekitar.

Ampas Tebu

Ampas tebu atau bagasse adalah hasil samping dari proses ekstraksi tanaman tebu. Berdasarkan analisis kimia, ampas tebu memiliki komposisi kimia yaitu, abu 3,28 %, lignin 22,09 %, selulosa 37,65 %, sari 1,81 %, pentosan 27,97 % dan SiO2 3,01 %. Ampas tebu ini dihasilkan sebanyak 32 % dari berat tebu giling.
Pada umumnya, pabrik gula di Indonesia memanfaatkan ampas tebu sebagai bahan bakar bagi pabrik yang bersangkutan, setelah ampas tebu tersebut mengalami proses pengeringan.
Read the rest of this entry

Gula Rafinasi

Rafinasi berasal dari kata refinery yang artinya menyuling, menyaring, atau membersihkan. Jadi gula rafinasi adalah gula berasal dari tebu yang sudah di pisahkan dari zat-zat lainnya serta mempunyai kualitas kemurnian yang tinggi. Proses pemisahan gula ( sukrosa ) dan impurities dari kandungan nira / juice ( air tebu / beet ) hingga akhirnya menjadi gula rafinasi di bagi atas tiga sistem klarifikasi berdasarkan atas bahan pembantu, yaitu sistem defekasi, sulfitasi dan karbonatasi. Sistem Defekasi adalah sistem klarifikasi yang hanya menggunakan hidrolisa kapur sebagai bahan pemurniannya, rata rata kualitas gula yang dihasilkan berwarna coklat dengan kadar warna ± 3000 IU. Sistem Sulfitasi adalah sistem klarifikasi yang menggunakan hidrolisa kapur dan Sulfur ( gas ) sebagai bahan pemurniannya, rata rata kualitas warna yang dihasilkan 150 – 300 IU. Sistem Karbonatasi adalah sistem klarifikasi yang menggunakan hidrolisa kapur dan gas CO2 sebagai bahan pemurniannya, sistem ini menghasilkan kualitas gula putih ( lebih baik dari dua sistem sebelumnya ) dengan kadar warna ≤ 100 IU.

Keunggulan gula Kristal rafinasi dari gula pada umumnya yang dikonsumsi oleh masyarakat adalah Warnanya lebih bening, natural dan putih, Sifat dari gula kristal rafinasi itu sendiri yang lebih kering dan tidak menggumpal selain itu rasanya lebih manis dibandingkan dengan gula yang pada umumnya dikonsumsi oleh masyarakat.

Jenis-Jenis Gula

Gula pasir (Granula)
Gula hasil kristalisasi cairan tebu. Biasanya berwarna putih namun ada pula yang berwarna cokelat (raw sugar).

Sirup Maple
sirup  yang didapatkan dari pohon mapel yang banyak terdapat di America Utara. Sirup ini merupakan larutan 70% sakarosa  dan glukosa  dalam air. Penyusun utamanya adalah sakarosa.
Read the rest of this entry

Rendemen Tebu

Rendemen tebu adalah kadar kandungan gula didalam batang tebu yang dinyatakan dengan persen. Misalnya rendemen tebu 10 persen, artinya ialah bahwa dari 100 kg  tebu yang digilingkan akan diperoleh gula sebanyak 10 kg.
Ada 3 macam rendemen, yang masing-masing memiliki kegunaan sendiri atas dilakukannya penghitungan rendemen tersebut.
Read the rest of this entry

Sejarah Tanaman Tebu

Tanaman tebu (Saccharum officinarum L) adalah satu anggota familia rumput-rumputan (Graminae) yang merupakan tanaman asli tropika basah, namun masih dapat tumbuh baik dan berkembang di daerah subtropika, pada berbagai jenis tanah dari daratan rendah hingga ketinggian 1.400 m diatas permukaan laut (dpl).

Asal mula tanaman tebu sampai saat ini belum didapatkan kepastiaanya, dari mana asal muasal tanaman tebu. Namun sebagian besar para ahli yang memang berkompeten dalam hal ini, berasumsi bahwa tanaman tebu ini berasal dari Papua New Guinea. Pada 8000 SM, tanaman ini menyebar ke Kep. Solomon dan Kaledonia Baru. Ekspansi tanaman ini ke arah timur Papua New Guinea berlangsung pada 6000 SM, dimana tebu mulai menyebar ke Indonesia, Filipina dan India.
Read the rest of this entry

Pesta Rakyat Buka Giling Pabrik Gula

Buka giling adalah tradisi kegiatan “ritual” yang umum dilakukan oleh Pabrik Gula sebelum proses produksi dimulai. Tradisi yang telah ada sejak zaman hindia belanda ini biasanya dihelat antara bulan april – mei. Selain sebagai penanda bahwa musim giling atau produksi gula akan dimulai, tradisi ini juga dimaksudkan agar dalam proses giling atau produksi nantinya bisa selamat, lancar dan sukses sehingga target produksi yang telah ditentukan dapat tercapai.
Pesta rakyat buka giling ini biasanya diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari kegiatan yang have fun, pagelaran seni tradisional hingga tak lupa kegiatan sosial semisal donor darah dan pemberian bantuan sosial untuk keluarga yang kurang mampu. Pesta rakyat buka giling ini selalu disambut dengan suka cita oleh masyarakat. Hal ini terbukti dengan selalu meriahnya acara tersebut dalam setiap penyelanggaraannya.
Kemeriahan pesta rakyat buka giling pabrik gula akan bermakna lebih utamanya bagi para petani tebu, karyawan pabrik gula serta masyarakat yang ada disekitar lingkungan pabrik gula. Hal ini bisa dimaklumi karena tidak lama lagi roda perekonomian akan bergerak kembali setelah sekian lama menunggu, selama masa periode tanam tebu.

Tetes Tebu

Tetes tebu atau istilah ilmiahnya molasses adalah produk sisa pada proses pembuatan gula. Tetes diperoleh dari hasil pemisahan sirop low grade dimana gula dalam sirop tersebut tidak dapat dikristalkan lagi  karena mengandung glukosa dan fruktosa. Pada sebuah pemrosesan gula, tetes tebu yang dihasilkan sekitar 5 – 6 %. Walaupun masih mengandung gula, tetes sangat tidak layak untuk dikonsumsi karena mengandung kotoran-kotoran bukan gula, yang membahayakan kesehatan. Namun mengingat nilai ekonomisnya yang masih tinggi, biasanya Pabrik Gula menjual hasil tetes tebunya ke pabrik-pabrik yang memang membutuhkan tetes ini. Semisal contohnya : pabrik alkohol, pabrik pakan ternak dan lain sebagainya.

Gula

Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. Gula sederhana, seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam), menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel.

Source : http://id.wikipedia.org/