Blog Archives

Contextual Teaching and Learning

Contextual Teaching and Learning Menurut Elaine B. Johnson sebuah proses pendidikan yang bertujuan menolong para siswa melihat makna didalam materi akedemik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan subjek-subjek akademik dengan konteks dalam kehidupan keseharian mereka yaitu dengan konteks keadaan pribadi, sosial dan budaya mereka.
Menurut Akhmad sudrajat, mendefinisikan Contextual Teaching and Learning merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/ keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya.
Read the rest of this entry

Advertisements

Intelijen

Kata Intelijen dalam bahasa Indonesia merupakan terjemahan langsung dari Intelligence (N) dalam bahasa Inggris yang berarti kemampuan berpikir/analisa manusia. Kebanyakan orang tentu tidak akan aneh mendengar kata intelijen, karena masyarakat pada umumnya telah paham tentang dunia intelijen yang terkenal dengan prinsip kerahasiaannya. Kata intelijen sering digunakan masyarakat untuk menyebut pelaku pengumpul informasi, baik sebagai sebuah institusi intelijen maupun sebagai seorang agen.
Intelijen dapat dimaknai sebagai sebuah seni mencari, mengumpulkan dan mengolah informasi strategis. Dalam dunia intelijen informasi yang dimaksud bukanlah informasi yang didasarkan pada detail dan keakuratan data semata. Tetapi lebih dari pada itu, dalam dunia intelijen selain detail dan keakuratan data, ketepatan waktu dan relevansinya merupakan sebuah syarat mutlak. Karena dari informasi tersebut dapat dilakukan deteksi dini dan peringatan dini dalam rangka pencegahan, penangkalan dan penanggulangan terhadap setiap ancaman yang mungkin timbul di kemudian hari.
Intelijen sendiri dapat dibedakan menjadi tiga (3) : pertama, intelijen sebagai bahan keterangan yang sudah diolah; kedua, intelijen sebagai organisasi; ketiga, intelijen sebagai kegiatan.
Read the rest of this entry