Author Archives: Kris

Keraton Sumenep

Jalan-jalan ke pulau Madura tak lengkap rasanya apabila tidak mengunjungi Keraton Sumenep. Tempat ini dulunya adalah tempat kediaman resmi Raja dan Permaisurinya serta para Adipati. Keraton Sumenep ini adalah bukti dari sebuah eksistensi dari Kerajaan Sumenep yang kini tak lagi eksis. Namun bagi masyarakat sumenep, Keraton Sumenep tidak hanya sekedar bangunan bersejarah semata, tetapi Keraton Sumenep masih dianggap memiliki wibawa dari sisi nilai filosofi, mitologi dan budaya.
Keraton Sumenep di atas tanah pribadi milik Panembahan Somala penguasa Sumenep XXXI. Dibangun Pada tahun 1781 dengan arsitek pembangunan adalah Lauw Piango, seorang warga keturunan Tionghoa. Karaton Panembahan Somala dibangun di sebelah timur karaton milik Gusti R. Ayu Rasmana Tirtonegoro dan Kanjeng Tumenggung Ario Tirtonegoro (Bindara Saod). Bangunan Kompleks Keraton tidak dibangun secara bersamaan namun di bangun dan diperluas secara bertahap oleh para keturunannya. Secara umum gaya arsitektur Keraton Sumenep merupakan perpaduan antara gaya arsitektur Eropa, Arab, dan China.
Read the rest of this entry

Advertisements

Napak Tilas Pabrik Gula (PG) Tanggulangin

20170130_09270520170130_092612Sebagian besar orang mungkin tidak mengenal dan tahu tentang Pabrik Gula (PG) Tanggulangin. Namun bagi para penggemar sejarah, khususnya bagi para penggemar bangunan bersejarah pastinya tahu tentang PG Tanggulangin. Pabrik Gula yang hingga sekarang bangunan nya masih berdiri kokoh dan masih terlihat jelas sisa-sisa kejayaannya. PG Tanggulangin adalah salah satu pabrik gula modern di masanya. PG Tanggulangin bersama dengan PG Redjoagung, PG Krebet, PG Pakies dan PG Ponen yang di kelola dalam satu badan yang bernama N.V. Algemeene Maatschappij tot Exploitatie der Oei Ting Ham Suikerfabrieken adalah tulang punggung dari kerajaan bisnis yang di bangun oleh Oei Tiong Ham. Dari pabrik gula tersebut, Oei Tiong Ham menjelma menjadi pengusaha gula yang paling sukses di Hindia Belanda bahkan asia dan dari situlah dia dijuluki Raja Gula dari Jawa. Antara tahun 1800 an akhir dan 1900 an awal memang gula merupakan salah satu komoditas ekspor yang sangat menguntungkan. Produksi gula pada masa pemerintahan Hindia-Belanda cukup terkenal di dunia Internasional, terutama di Jawa. Hal ini tak lain karena pada waktu itu Jawa merupakan eksportir gula nomor dua terbesar setelah Kuba dalam pasaran dunia.
20170130_092604Dengan segala nilai historis yang melekat pada bangunan bersejarah ini. Kiranya bangunan yang berada di jalan raya tanggulangin kecamatan tanggulangi kabupaten Sidoarjo Indonesia untuk bisa dijadikan cagar budaya sebagai objek wisata heritage. Dengan manajemen pengelolaan yang bagus, tentunya bangunan bersejarah ini akan memberikan kemanfaatan baik itu dari sisi edukasi ataupun juga ekonomi bagi warga sekitar.

Coretan Tanpa Makna

Entah dengan atau tanpa arti, telah banyak waktu lalui bersama. Dan rasanya tak mungkin terenggut habis karena di setiap bait nya berisi barisan kata yang luruh dari setiap inci aneka rasa yang menggelayut dalam angan, derita, bahagia, rindu, cinta dan semua rasa yang terpatri dalam kalam batin.
Semilir angin mengingatkan pesona alami mentari di pagi hari. Semua nya terlukis dalam beragam persepsi dan pemaknaan. Masih banyak cerita tertinggal di antara jejak baru dalam lelahnya perjalanan. Semuanya terlalu indah untuk dilewatkan. Setiap detik waktu itu telah menjadi pahatan indah di setiap logika nalar dari ketiadaan definisi tatanan nilai.

Kereta Api Jenggala

ka-jenggalaNaik kereta api tut tut tut….. siapa hendak turut……. 🙂
Sepenggal lirik lagu anak “naik kereta api” agaknya cocok dinyanyikan sembari mencoba moda transportasi massal di Kota Sidoarjo. Kereta Api (KA) Jenggala namanya, kereta api rel diesel (KRD) perintis ini dioperasikan sejak tanggal 12 November 2014. Namun,  baru kali ini bisa merasakan bagaimana sensasi rasanya naik kereta api ini :). Setiap hari nya, KA Jenggala melayani 6 kali rute Sidoarjo – Tulangan-Tarik -Mojokerto PP.
Read the rest of this entry

dari Ambhen ke Harakarakastara

Tak terasa 7 tahun sudah Blog “ambhen”  menjadi bagian dari perjalanan hidupku. Berawal dari hanya sekedar keisengan semata hingga pada akhirnya blog ini lama kelamaan menjadi blog pribadi yang isinya beraneka macam tulisan mulai dari yang galau-galauan hingga tulisan terstruktur rapi ala jurnal ilmiah para dosen 🙂 . semuanya tulisan yang ada dalam blog ini bukanlah sebuah hal yang di rencanakan jauh hari sebelumnya guna penuhi target posting tulisan di blog. Semua tulisan tersebut hadir dari rasa ingin berbagi semata.
Nama ambhen sendiri di ambil dari bahasa jawa yang artinya adalah tempat tidur. Kenapa harus ambhen ??? biarlah hanya aku, Tuhan, Malaikat dan Setan aja yang tau kenapa harus ambhen namanya :). Link dengan alamat ambhen.wordpress.com telah familiar dengan mesin pencari macam google, yahoo dan sebagainya. Hanya dengan mengetik kata blog ambhen, Keluarlah link-link blogku, Dari search engine tersebut aku tau ternyata blog yang awalnya dibuat dari sebuah keisengan semata, berguna juga untuk orang lain. Mulai dari yang dibuat sebagai informasi semata hingga dipakai sebagai bahan referensi untuk karya ilmiah, macam skripsi, jurnal, makalah dan sebagainya.
Read the rest of this entry

Putri Kecil nan Mungil

IMG-20160722-WA0007Pagi itu seolah seluruh alam menahan nafasnya, sang waktu seakan melambat dalam gerak langkahnya. Detik jam dinding sayup-sayup terdengar merdu dalam angan yang jauh mengembara menyusuri pekatnya jiwa. Hingga pada akhirnya yang dinanti telah tiba……
Alhamdulilah telah lahir putri kecil nan mungil pada tanggal 22 Juli 2016 di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya. Dengan berat 3130 gram, panjang 49 cm. Tak lupa ucapan terima kasih kepada : dr. Fatimah Zahra, SpOG dan dr Nailul Huda SpA, serta seluruh perawat dan bidan RSI Jemursari Surabaya yang telah membantu kelancaran proses persalinannya.
Semoga, putri kecil yang diberi nama Paradista Arundati, menjadi anak yang sholehah, taat kepada Allah SWT dan RasulNya, berbakti kepada orang tuanya, tumbuh sehat dan cerdas. Bermanfaat bagi agama, keluarga, nusa dan bangsa. Aamiin…

 

Hari Raya Idul Fitri

Hari Raya Idul Fitri adalah sebuah seremonial penuh makna dari sebuah kemenangan, setelah melewati sebulan penuh berpuasa. Hari raya idul fitri adalah sebuah titik klimaks profil manusia ke dalam sebuah fase kesucian lahir dan batin. Namun demikian tampaknya hari raya idul fitri masih banyak berkutat pada seremonialnya tanpa menitikberatkan pada makna. Hari raya idul fitri tidak berkontemplasi dengan intens dan penuh kesungguhan, sehingga yang terjadi adalah momentualisme yang tidak berefek.
Dan ketika dihadapkan pada sebuah pilihan, maka semuanya berpulang pada pribadi masing-masing bagaimana cara menyikapinya.
“Taqabbalallahu Minna wa Minkum, Ja’alanallahu wa iyyakum MINAL ‘AIDIN ilal fithrah WAL FAIZIN bil jannah”

 

 

Contextual Teaching and Learning

Contextual Teaching and Learning Menurut Elaine B. Johnson sebuah proses pendidikan yang bertujuan menolong para siswa melihat makna didalam materi akedemik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan subjek-subjek akademik dengan konteks dalam kehidupan keseharian mereka yaitu dengan konteks keadaan pribadi, sosial dan budaya mereka.
Menurut Akhmad sudrajat, mendefinisikan Contextual Teaching and Learning merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/ keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya.
Read the rest of this entry

Catatan Tentang Kita

Ini adalah catatan terakhir tentang kita
Catatan yang terwakili oleh goresan luka dan derita
Cukuplah secuil balutan senyum bernostalgia pada setitik masa lalu
Adanya kamu dan aku adalah takdir
Walau kamu dan aku menjadi kita dari sebuah masa lalu
Bukan untuk dilupakan tetapi untuk sebuah pembelajaran
Untukmu yang menjelma menjadi kenangan
Biarlah aku di sini tanpa gerak, tanpa suara dengan jemari yang menenteng harap

Intelijen

Kata Intelijen dalam bahasa Indonesia merupakan terjemahan langsung dari Intelligence (N) dalam bahasa Inggris yang berarti kemampuan berpikir/analisa manusia. Kebanyakan orang tentu tidak akan aneh mendengar kata intelijen, karena masyarakat pada umumnya telah paham tentang dunia intelijen yang terkenal dengan prinsip kerahasiaannya. Kata intelijen sering digunakan masyarakat untuk menyebut pelaku pengumpul informasi, baik sebagai sebuah institusi intelijen maupun sebagai seorang agen.
Intelijen dapat dimaknai sebagai sebuah seni mencari, mengumpulkan dan mengolah informasi strategis. Dalam dunia intelijen informasi yang dimaksud bukanlah informasi yang didasarkan pada detail dan keakuratan data semata. Tetapi lebih dari pada itu, dalam dunia intelijen selain detail dan keakuratan data, ketepatan waktu dan relevansinya merupakan sebuah syarat mutlak. Karena dari informasi tersebut dapat dilakukan deteksi dini dan peringatan dini dalam rangka pencegahan, penangkalan dan penanggulangan terhadap setiap ancaman yang mungkin timbul di kemudian hari.
Intelijen sendiri dapat dibedakan menjadi tiga (3) : pertama, intelijen sebagai bahan keterangan yang sudah diolah; kedua, intelijen sebagai organisasi; ketiga, intelijen sebagai kegiatan.
Read the rest of this entry