Intelijen

Kata Intelijen dalam bahasa Indonesia merupakan terjemahan langsung dari Intelligence (N) dalam bahasa Inggris yang berarti kemampuan berpikir/analisa manusia. Kebanyakan orang tentu tidak akan aneh mendengar kata intelijen, karena masyarakat pada umumnya telah paham tentang dunia intelijen yang terkenal dengan prinsip kerahasiaannya. Kata intelijen sering digunakan masyarakat untuk menyebut pelaku pengumpul informasi, baik sebagai sebuah institusi intelijen maupun sebagai seorang agen.
Intelijen dapat dimaknai sebagai sebuah seni mencari, mengumpulkan dan mengolah informasi strategis. Dalam dunia intelijen informasi yang dimaksud bukanlah informasi yang didasarkan pada detail dan keakuratan data semata. Tetapi lebih dari pada itu, dalam dunia intelijen selain detail dan keakuratan data, ketepatan waktu dan relevansinya merupakan sebuah syarat mutlak. Karena dari informasi tersebut dapat dilakukan deteksi dini dan peringatan dini dalam rangka pencegahan, penangkalan dan penanggulangan terhadap setiap ancaman yang mungkin timbul di kemudian hari.
Intelijen sendiri dapat dibedakan menjadi tiga (3) : pertama, intelijen sebagai bahan keterangan yang sudah diolah; kedua, intelijen sebagai organisasi; ketiga, intelijen sebagai kegiatan.

Intelijen Sebagai Bahan Keterangan yang sudah diolah

Intelijen  sebagai bahan  keterangan  yang  sudah   diolah adalah merupakan fase terakhir  dari  sebuah  proses pengolahan  informasi  yang  didapat   dari  kegiatan  intelijen.  Dari  point   ini, produk  intelijen tersebut selanjutnya disampaikan kepada pihak – pihak pemakai untuk dipergunakan  sebagai  bahan  penyusunan  rencana dan  kebijaksanaan  yang  akan ditempuh dan yang memungkinkan untuk bahan mengambil keputusan. Dalam hal ini initelijen juga merupakan suatu pengetahuan yang perlu  diketahui sebelumnya,  dalam rangka untuk menentukan  langkah – langkah  dengan  resiko  yang  diperhitungkan.   Dengan kata lain,  intelijen  diperlukan untuk  membuat  keputusan  yang tepat dalam tiga aspek, yaitu perencanaan, kebijaksanaan dan cara bertindak.

Dilihat dari segi tujuan penggunaan, intelijen sebagai bahan keterangan yang sudah diolah dapat dibedakan :
1)      Intelijen Strategis
Intelijen strategis adalah bahan – bahan keterangan yang dicari, dikumpulkan dan diolah untuk dipergunakan bagi kepentingan strategi. Intelijen ini mencakup hal – hal yang meliputi pokok – pokok persoalan :
a)      Politik
b)      Ekonomi
c)       Perkembangan Ilmu Pengetahuan
d)      Sistim Komunikasi
e)      Geografi Militer
f)       Demografi
g)      Kebudayaan
h)      Biografi Personalia penting
i)        Angkatan Bersenjata
j)        Dan lain – lain
Dengan demikian kita mengenal istilah – istilah intelijen politik, intelijen ekonomi, intelijen militer dan sebagainya. Penggunaan intelijen tersebutt antara lain untuk kepentingan diplomasi, untuk menentukan langkah – langkah yang akan diambil dalam bidang politik, di bidang ekonomi, sosial-budaya, militer dsb. Sesuai dengan kepentingannya dan keadaan/situasi yang dihadapi.
2)      Intelijen Taktis
Intelijen Taktis adalah bahan – bahan keterangan yang dicari, dikumpulkan dan diolah untuk dipergunakan bagi kepentingan yang bersifat taktis.
Intelijen ini mencakup hal – hal yang meliputi ipoleksosbudkam dan keadaan medan, cuaca, musuh secara terbatas, sepanjang hal – hal ini diperlukan untuk kepentingan taktis. Penggunaan intelijen taktis ini ialah untuk kepentingan taktis, yang memberikan kemungkinan kepada pihak yang mempergunakannya untuk menentukan tindakan – tindakan yang akan dengan resiko yang diperhitungkan, bagaimana cara mempergunakan sarana – sarana yang ada padanya secara berdaya guna dan berhasil guna dalam batas waktu tertentu, di daerah tertentu untuk mencapai sasaran yang ditentukan oleh pihak atasan yang berwenang sesuai dengan bagian strategi yang digariskannya.

Dilihat dari segi pengertiannya sebagai produk atau pengetahuan, intelijen sebagai bahan keterangan yang sudah diolah dapat dibedakan :
1)      Intelijen Dasar
Intelijen dasar digunakan untuk pengetahuan dasar atau catatan dasar bagi pihak yang menggunakan yang bertujuan untuk memberikan arti pada gejala – gejala dan perubahan – perubahan yang terjadi pada suatu waktu di masa lalu. Tanpa adanya pengetahuan dasar mengenai sesuatu masalah tertentu, sukar untuk dinilai secara tepat suatu fenomena atau perubahan yang terjadi mengenai masalah tersebut, dan mungkin tidak akan ada artinya pengetahuan mengenai perkembangan mengenai masalah tersebut di masa yang akan datang. Dengan demikian intelijen dasar ­mencakup bidang – bidang yang luas, umum dan bersifat statis.
Pada hakekatnya intelijen dasar digolongkan menjadi dua jenis, yaitu :
* pengetahuan dasar yang dinilai belum mengandung spot intelijen
** pengetahuan dasar yang sudah mengandung nilai intelijen atau spot intelijen yang juga disebut Intelijen Dasar Diskriptif (IDD).

Intelijen Dasar Diskriptif meliputi : Basic Research, Encyclopedia Intelligence, Fundamental Research, Monographic Data dan Basic Data.
Intelijen Dasar Diskriptif dapat dikelompokkan :
# Wilayah/negara/daerah
# Golongan/kelompok/organisasi
# Perorangan/tokoh – tokoh prominen
# Masalah
2)      Intelijen yang aktual
Dalam perumusan intelijen sebagai pengetahuan perlu dinyatakan pengertian tersebut sebagai bagian pengetahuan yang telah dipilih dan yang mempunyai dasar kekuatan yang berarti bagi penentuan tindakan – tindakan yang akan diambil oleh pihak yang berwenang untuk menggunakannya tepat pada masalahnya, yang biasa disebut : Current Reportorial Form atau laporan perkembangan yang sedang terjadi.
Konsekwensi dari perumusan ini ialah bahwa intelijen dasar diskriptif yang bersifat umum, luas dan statis tersebut pada suatu waktu tertentu perlu ditonjolkan untuk digunakan oleh pihak yang berwenang pada masalahnya sesuai dengan keadaan dan situasi yang dihadapi pada waktu itu. Dengan demikian intelijen aktual menonjolkan perkembangan masalah yang sedang ada dalam proses pada waktu itu dan mempunyai hubungan dengan intelijen dasar diskriptif yang relevan dengan masalah tersebut.

3)      Intelijen yang diramalkan
Intelijen yang diramalkan mempunyai peranan penting bagi intelijen. Karena perkembangan yang lampau dan perkembangan yang sedang terjadi dicerminkan oleh Intelijen Dasar Diskriptif dan Intelijen Aktual, sedangkan intelijen yang diramalkan meramalkan perkembangan yang akan terjadi di masa datang sebagai lanjutan proses perkembangan yang sedang terjadi. Dengan kata lain sebagai bentuk gambaran spekulatif tentang apa yang akan terjadi. Dengan demikian intelijen yang diramalkan mempunyai arti sebagai “peringatan dini” (early warning) bagi pihak yang bertanggung jawab untuk menentukan rencana – rencana dan langkah – langkahnya.

Intelijen Sebagai Organisasi Atau Badan

Intelijen dalam pengertiannya sebagai organisasi merupakan badan/alat yang dipergunakan untuk menggerakkan kegiatan – kegiatan intelijen sesuai dengan fungsinya, baik berupa penyelidikan, pengamanan maupun penggalangan untuk mencapai tujuan – tujuan intelijen guna memenuhi kepentingan pihak atasan yang berwenang dan bertanggung jawab. Yang penting untuk diperhatikan dalam penyusunan organisasi intelijen adalah faktor efisiensi, efektifitas dan produktivitas. Intelijen sebagai Organisasi/Badan menyangkut hal – hal dasar pengorganisasian dan bentuk organisasi.
Dasar – dasar Organisasi.
Prinsip dan dasar – dasar organisasi pada umumnya berlaku juga organisasi intelijen selama ia tidak bertentangan dengan kepentingan untuk mencapai tujuan, terutama prinsip – prinsip, kekenyalan dan keserbagunaan.
Dasar – dasar yang dipergunakan khusus dalam penyusunan organisasi intelijen adalah :
1)      Kemampuan untuk mengamat – amati keadaan dan kemampuan untuk memberikan ramalan yang tepat mengenai perkembangan yang akan datang berdasarkan pengetahuan tentang keadaan yang lampau dan keadaan perkembangan sekarang yang masih dalam proses.
2)      Kemampuan untuk dapat meyakinkan bahwa pengetahuan yang diperolehnya memenuhi kebutuhan pihak – pihak yang menggunakan (yang berwenang dan bertanggung jawab) dalam pengambilan keputusan yang tepat, lengkap, teliti dan cepat sesuai masalahnya.
3)      Mempunyai efisiensi dan efektifitas yang maksimal dalam melaksanakan fungsinya.

Untuk mencapai hal ini Organisasi Intelijen harus disusun dengan menggunakan atau memilih salah satu dari pada dasar – dasar berikut :
# Penyusunan atas dasar fungsi – fungsi.
Penyelidikan 
Pengamanan 
Penggalangan
# Penyusunan atas dasar kegunaan.
Strategis 
Operasi 
Taktis
# Penyusunan atas dasar wilayah.
Luar Negeri 
Dalam Negeri
# Penyusunan atas dasar pokok – pokok persoalan.
Politik 
Ekonomi
Sosial Budaya
Ilmu Pengetahuan
Militer
Teknologi dst.
Pokok – pokok persoalan tersebut akan terus bertambah jenisnya sesuai dengan perkembangan proses dinamika dan spesialisasi tugas – tugas intelijen.
# Penyusunan atas dasar stratifikasinya.
Individual
Taktis (combat)
Strategis (departemental)
Strategis (nasional/negara)

Intelijen Sebagai Kegiatan

Kegiatan intelijen mencakup semua usaha, pekerjaan, kegiatan dan tindakan yang diwujudkan dalam bentuk penyelidikan, pengamanan dan penggalangan.
Dalam hal ini dibedakan menjadi kegiatan rutin dan operasi intelijen, sebagai berikut :

Kegiatan Rutin Intelijen
Adalah usaha, kegiatan dan tindakan yang dilakukan secara rutin dan terus menerus serta berdasarkan suatu tata cara kerja yang tetap. Kegiatan ini bisa mempunyai aspek jangka pendek dan bisa pula mempunyai aspek jangka panjang.
Operasi Intelijen
Ialah suatu usaha, kegiatan dan tindakan yang dilakukan berdasarkan suatu rencana untuk mencapai suatu tujuan yang diperinci secara khusus di luar daripada tujuan yang rutin dalam hubungan ruang dan waktu yang ditetapkan dan yang dilakukan atas dasar perintah dari pihak atasan yang berwenang.
Dalam pelaksanaan operasi intelijen dapat dimasukkan komponen – komponen lain di luar komponen – komponen intelijen sepanjang hal tersebut diperlukan karena kaitannya dengan intelijen.
Penyelidikan
Penyelidikan ialah semua usaha, pekerjaan dan kegiatan yang dilakukan secara berencana dan terarah untuk memperoleh keterangan – keterangan yang dibutuhkan mengenai masalah tersebut untuk dapat membuat perkiraan mengenai masalahnya yang dihadapi.
Penyelidikan dapat dilakukan dengan sumber – sumber terbuka di dalam maupun luar negeri, dengan cara – cara yang terbuka.
Untuk mendapatkan bahan – bahan keterangan yang tidak mungkin diperoleh melalui cara – cara terbuka, dipergunakan cara – cara tertutup. Penyelidikan dilakukan secara terus menerus. Dilihat dari segi proses dan sasarannya, maka kegiatan intelijen dapat dibedakan menjadi :
Penyelidikan Strategis
Penyelidikan strategis dilakukan secara terus menerus sebelum perang, selama perang dan sesudah perang dengan cara – cara yang terbuka tetapi dimana perlu juga cara – cara yang tertutup, di dalam maupun di luar negeri.
Sarana – sarana penyelidikan strategis berada pada eselon – eselon mulai dari tingkat departemen sampai kepada tingkat eselon strategis yang terendah.
Penyelidikan Taktis
Penyelidikan taktis dilakukan di medan pertempuran atau di medan yang terbatas yang menjadi tanggung jawab eselon – eselon taktis. Penyelidikan taktis dilakukan terus menerus dalam arti yang relatif selama perang dan dilakukan juga sebelum dan sesudah perang.
Cara – cara yang digunakannya biasa terbuka, tetapi ada kalanya juga dipergunakan cara – cara yang tertutup. Sarana – sarana yang dipergunakan adalah sarana – sarana organik yang berada pada satuan – satuan taktis mulai dari tingkat yang tertinggi sampai kepada tingkat yang terendah.

* Diolah dari berbagai sumber

Advertisements

Posted on 28/05/2016, in Spionase and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: