Aku dan Rasaku

Aku dan rasaku, diam dalam temaram senja di ufuk barat. Indah pernah tertanam dalam hati, mengisi di setiap jengkal rongga. Indah menghiasi hari, tak temukan alasan untuk lari.
Aku masih tertambat dalam indah yang lamban menguap menghilang dalam mimpi rindu yang tak pernah layu. Wujud mimpi bersama berhembus lembut dalam wujud tak pasti yang tertanam dalam sunyi.
Aku dan rasaku tak lagi kuat menopang diri. Membantah sunyi yang membeku di sebidang hati. Terpaku pada mimpi yang tak lagi terpatri. Hingga tak sesal kugadai semuanya dalam waktu tanpa menanti.

Advertisements

Posted on 19/11/2014, in Sebuah Cerita and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: