Ghotic

Mendengar kata “Gothic” kebanyakan orang akan mendeskripsikannya sebagai sebuah genre musik dengan intonasi nada-nada seperti perpaduan musik klasik dan musik rock. Serta lirik-lirik yang mengggambarkan depresi, gloomy, kesedihan, kekecewaan, kebencian, atau pemberontakan dan perlawanan yang tidak tercapai dan terhenti ditengah jalan. Selain itu itu pula “Gothic” dipersepsikan sebuah fashion style dari para panganut atau pecinta Gothic itu sendiri. Dimana umumnya cara berpakaian mereka selalu mengenakan baju berwarna hitam, serta make up mereka yang menonjol yaitu eye shadownya atau yang lebih dikenal dengan nama smokey eye.
Gothic sebenarnya bukan hanya tentang sebuah genre musik, fashion style, aliran seni, sastra, puisi serta arsitektur bangunan. Segala hal tentang Gothic sejatinya adalah sesuatu hal yang lahir dari sebuah suku bangsa yang kebanyakan orang tidak mengetahui. Gothic mempunyai sejarah panjang.
Istilah Gothic ini sejatinya berasal dari nama Goth, yaitu suatu suku bangsa di Eropa. terdapat dua kelompok yang tergolong ke dalam bangsa Goth yaitu Thervingi dan Greuthungi. Eksistensi suku goth ini diketahui atas dasar catatan Jordanes, seorang birokrat Romawi pada abad ke 6, pada buku semi fiksi yang berjudu Getica, bahwa pada abad ke 2 ada suatu migrasi besar-besaran dari Scandza atau nama lain dari Skandinavia menuju Romawi.
Diketahui bahwa Thervingi pernah menyerang Kekaisaan Romawi pada tahun 263 M dan empat tahun setelahnya tepatnya pada tahun 267 M mereka menaklukan Byzantium. Namun, kemenangan beruntun dalam kurun waktu tujuh tahun tersebut sirna setahun setelah mereka menaklukan Byzantium. Pada Tahun 268 M terjadi sebuah pertempuran yang dikenal dengan sebutan Pertempuran Naissus, dalam peperangan kali ini Thervingi mengalami kekalahan dan kembali ke tepi utara Sungai Donau pada tahun 271 M. Di wilayah ini mereka kemudian bermukim dan mendirikan kerajaan yang berpusat di bekas Provinsi Romawi yaitu di daerah yang bernama Dacia. Sekitar abad V dan VI Goth terpecah menjadi Visigoth dan Ostrogoth dan menguasai daerah yang sekarang menjadi Italia, Spanyol, dan Portugal.
Visigoth dan Ostrogoth merupakan sub suku dari suku Goth yang tinggal di Eropa pada akhir kekuasaan Kekaisaran Romawi. Raja Visigoth yang paling terkenal adalah Alaric I, yang berhasil menaklukkan Roma pada 410 Masehi. Setelah kejatuhan Kekaisaran Romawi, Visigoth memegang peran penting di Eropa barat selama dua setengah abad. Suku Goth bermukim di Dacia sampai 376 M, ketika salah satu pemimpin mereka, Fritigern, memohon kepada Kaisar Romawi yaitu Valens agar mereka dapat tinggal di tepi selatan Sungai Donau sedangkan Suku Ostrogoth di utara Laut Hitam, antara sungai Donau dan Dniepr, sekarang Rumania, Moldova, dan Ukraina barat. Di sini mereka berlindung dari suku Hun. Namun daerah ini dilanda Kelaparan dan Roma tidak mau memberi makanan. Mereka kemudian memberontak selama 6 tahun, dan dalam Pertempuran Adrianople (378 M), mereka membantai tentara Romawi dan membunuh kaisar Valens. Kaisar yang baru, Theodosius I, berdamai dengan para pemberontak. Perdamaian ini bertahan sampai Theodosius meninggal pada 395 M. Tahun itu, raja Visigoth Alaric I naik tahta, sementara Theodosius digantikan oleh anak-anaknya Arcadius di timur dan Honorius di barat. Alaric menyatakan perang dan menaklukkan Roma pada 24 Agustus 410 M, dan ibukota Romawi dipindahkan ke Ravenna. Beralih ke Suku Ostrogoth, mereka ditaklukkan oleh suku Hun sekitar tahun 370 M, dengan pemimpinnya Ermanaric melakukan bunuh diri pada 378 M. Mereka kemudian tinggal bersama-sama di daerah Balkan bersama suku Hun. Setelah kematian Attila pada 453 M, suku Ostrogoth memerdekakan diri dalam Pertempuran Nedao pada 454 M yang dipimpin oleh Theodemir. Theodoric, anak Theodemir, kemudian menjadi raja Ostrogoth. Ia dilahirkan sekitar tahun 454 dan dibesarkan di Constantinople.
Bangsa Goth memeluk sebuah aliran yang dikenal dengan nama Arianisme. Sebelumnya mereka menyembah Dewa perang Mars. Arianisme adalah sebuah pandangan kristologis yang dianut oleh para pengikut Arius, seorang presbiter Kristen yang hidup dan mengajar di Alexandria, Mesir, pada awal pada awal abad ke 4. Arius mengajarkan bahwa berbeda dengan Allah Bapa, Allah Anak, tidak sama-sama kekal dengan Sang Bapa. Ia mengajarkan bahwa Yesus sebelum menjelma adalah makhluk ilahi, namun ia diciptakan oleh Sang Bapa pada suatu saat tertentu dan oleh karenanya statusnya lebih rendah daripada Sang Bapa. Sebelum penciptaan-Nya itu, Sang Putra tidak ada. Dalam bahasa yang lebih sederhana, kadang-kadang dikatakan bahwa kaum Arian percaya bahwa Yesus, dalam konteks ini, adalah suatu “makhluk”. Kata yang digunakan dalam pengertian aslinya adalah “makhluk ciptaan.”
Konflik antara Arianisme dan keyakinan Trinitarian adalah konfrontasi doktriner besar pertama dalam Gereja setelah agama Kristen dilegalisasikan oleh Kaisar Konstantin I. Kontroversi tentang Arianisme ini meluas hingga sebagian besar dari abad ke 4 dan melibatkan sebagian terbesar anggota gereja, orang-orang percaya yang seerhana dan para biarawan, serta para uskup dan kaisar. Sementara Arianisme memang selama beberapa dasawarsa mendominasi di kalangan keluarga Kaisar, kaum bangsawan Kekaisaran dan para rohaniwan yang lebih tinggi kedudukannya, pada akhirnya Trinitarianismelah yang menang secara teologis dan politik pada akhir abad ke 4. dan sejak saat itu telah menjadi doktrin yang praktis tidak tertandingi di semua cabang utama Gereja Timur dan Barat. Arianisme, yang diajarkan oleh misionaris Arian Ulfilas kepada suku-suku Jermanik, memang bertahan selama beberapa abad di antara sejumlah suku Jermanik di Eropa barat, khususnya suku-suku Goth dan Longobard tetapi sejak itu tidak memainkan peranan teologis yang penting lagi.
Bahasa Gotik atau Gothic (*gutiska razda) adalah sebuah bahasa yang dipertuturkan oleh bangsa Goth, terutama kaum Therving. Bahasa ini diketahui dari Codex Argenteus, sebuah salinan naskah dari abad ke 6, dari naskah asli yang berasal dari abad ke 4 dan merupakan sebuah terjemahan Alkitab. Bahasa Gothic merupakan bagian dari rumpun bahasa Indo-Eropa. Bahasa tidak memiliki turunan modern. Dokumen tertua dalam bahasa Gothic berasal dari abad ke 4. Bahasa ini menjadi merosot semenjak pertengahan abad ke 6, antara lain karena kekalahan militer kaum Goth oleh kaum Frank, eliminasi kaum Goth di Italia, masuknya kaum Goth secara massal ke agama Katolik Roma (sebelumnya mereka beragama Arianisme), dan keterpencilan secara geografis. Bahasa ini bisa hidup sampai abad ke 8 di Spanyol dan penulis Frank Walafrid Strabo menulis bahwa bahasa ini masih dipertuturkan di daerah Donau hilir dan beberapa tempat pegunungan terpencil di Semenanjung Krim pada awal abad ke 9. Keberadaan korpus-korpus yang cukup awal ini membuat bahasa ini sangat penting dalam ilmu perbandingan bahasa. Nama asli bahasa ini tidak diketahui namun rekonstruksi *gutiska razda didasarkan pada Jordanes Gothiskandza, dibaca sebagai gutisk-andja, “akhir (atau batas) Gothic”. Sementara itu razda “bahasa” ditemukan pada misalkan Matius 26:73.

Referensi :

http://www.klikunic.com
http://id.wikipedia.org
http://www.kaskus.us

Advertisements

Posted on 27/10/2014, in Publikasi and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: