Jenis-Jenis Gula

Gula pasir (Granula)
Gula hasil kristalisasi cairan tebu. Biasanya berwarna putih namun ada pula yang berwarna cokelat (raw sugar).

Sirup Maple
sirup  yang didapatkan dari pohon mapel yang banyak terdapat di America Utara. Sirup ini merupakan larutan 70% sakarosa  dan glukosa  dalam air. Penyusun utamanya adalah sakarosa.

Maltosa
Gula Adalah hasil fermentasi malt / padi-padian yang telah mengalami perendaman, pengeringan, pemanggangan, dan penggilingan. Bentuknya menyerupai madu, namun rasanya lebih manis dari madu.

Madu
Merupakan campuran dari tiga jenis gula, yaitu glukosa, fruktosa dan sakarosa. Komposisinya adalah 80% gula dengan 20% air.

Laktosa
Gula yang terdapat pada susu, suatu kombinasi dari galaktosa  dan glukosa.

Caramel
Diperoleh dari hasil pemanasan gula. Caramel berwarna coklat hingga hitam dan menghasilkan aroma khas. Digunakan sebagai pewarna makanan dan aroma rasa.

Jaggery
Gula yang mengalami pemurnian sebagian, berasal dari India. Terbuat dari tebu  ataupun palm (kelapa).

Icing (Icing sugar)
Gula yang telah mengalami penghalusan sehingga berbentuk bubuk gula. Gula ini biasa digunakan sebagai krim gula (gula pelapis) pada cake.

Crystalizzed Sugar
Gula yang juga dari hasil kristalisasi cairan tebu. Berbeda dengan gula pasir, gula ini memiliki butir yang lebih kasar. Warnanya juga ada yang berwarna-warni. Biasanya gula jenis ini digunakan untuk tabulan pada biscuit sebelum dipanggang karena gula ini tidak meleleh dalam suhu oven.

Caster Sugar
Caster adalah nama dari gula pasir yang sangat halus, terdapat di Britania. Dinamai demikian karena ukuran butirannya sangat kecil sehingga dapat ditaburkan dari wadah berlubang-lubang kecil. Karena sifatnya yang mudah bercampur, maka gula kastor sering digunakan sebagai bahan campuran untuk pemanis dalam adonan kue, cookies, pastry, dll.

Gula Bit
Gula kristal putih (sakarosa) yang diperoleh dari tanaman bit.

Palm Sugar
Gula Palma (kelapa/ kurma) gula ini berasal dari nira atau sari batang tumbuhan keluarga palem-paleman. Memiliki bentu seperti gula pasir, berwarna coklat, dan memiliki harum yang khas.

Gula Jawa
Gula yang berasal dari nira atau sari batang pohon jenis palem. Berasal dari Indonesia. Terbuat dari tebu  ataupun palm (kelapa). Bentuknya biasanya silinder atau menyerupai batok kelapa.

Corn Syrup
Rasanya tidak semanis sirup gula. Dibuat dari pati jagung dengan menambahkan sejenis enzim sehingga berbentuk sirup kental. Corn syrup akan memberikan efek moist pada kue. Ada 2 jenis corn syrup, yaitu Light Corn Syrup dan Dark Corn Syrup.

Gula Jelly
Adalah larutan gula yang warnanya kuning dan kental sehingga menyerupai jelly. Gula jelly biasanya dicampurkan ke dalam adonan buttercream.

Gula Batu
Gula  batu diperoleh dari kristal bening berukuran besar berwarna putih atau kuning kecoklatan. Kristal bening dan putih dibuat dari larutan gula jenuh yang mengalami kristalisasi secara lambat. Gula batu putih memiliki rekahan-rekahan kecil yang memantulkan cahaya. Kristal berwarna kuning kecoklatan mengandung berbagai karamel. Gula ini kurang manis karena adanya air dalam kristal.

Gula Aren
Bahan bakunya sama seperti gula jawa. Hanya saja gula aren memiliki harum yang lebih khas, dan warna yang lebih coklat daripada gula jawa.

Brown Sugar
Gula  yang dalam proses pembuatannya dibubuhi molase. Warnanya kecoklatan seperti gula palem, memiliki wangi caramel, dan rasanya legit. Rasa brown sugar tidak semanis gula pasir, biasanya digunakan dalam pembuatan cookies sehingga membuat cookies lebih moist daripada bila menggunakan gula pasir sebagai pemanisnya.

Gula Vanila
Gula beraroma dan citarasa harum yang khas dibuat dengan cara memendam biji-biji vanilla dalam gula pasir; biasanya dengan takaran dua biji vanila untuk setiap satu pound gula. Campuran tersebut disimpan dalam wadah kedap udara selama sekitar satu minggu sebelum biji-biji vanila tadi dipisahkan kembali. Hasilnya berupa gula dengan rasa dan aroma yang harum yang dapat digunakan untuk bahan baku ataupun penghias ‘baked goods’, buah dan hidangan penutup lainnya. Biji-biji vanila dapat digunakan kembali sampai dengan dengan 6 bulan. Gula Vanilla dapat juga dibuat dari ekstrak vanillin (vanili) murni. Citarasanya sama kuatnya dengan vanilla tetapi tetap dapat dibedakan. Gula ini dinamai gula-vanillin.

Gula Spun (Spun sugar)
Gula lembut hasil dari pendidihan gula sehingga dapat dibentuk dan digunakan untuk dekorasi berbagai hidangan penutup. Pembuatan gula spun diawali dengan pemasakan gula, air dan krim tartar hingga menjadi keras tapi tetap mudah dibentuk. Kemudian dapat dibentuk seperti gumpalan helaian benang dengan menggunakan garpu pengocok dan dioleskan ke permukaan kue untuk dekorasi.

Gula Barbados
Gula tebu  yang berwarna coklat.

Gula Confectionary
Gula ini didapat dari penghancuran secara mekanis sehingga tidak ada kristal-kristal yang tertinggal. Terkadang gula ini dicampur dengan sedikit pati atau bahan anti kempal untuk mencegah penggumpalan.

Gula Coklat
Gula yang ditambah dengan sedikit molase (tetes) untuk memberikan citarasa dan warna.

Gula Gelatin
Merupakan campuran dari gula granulasi dan pektin. Digunakan dalam pembuatan selai dan ‘marmelade’.

Gula Inverse
Gula inversi dibuat dengan menggabungkan sirup  gula dengan sedikit asam (seperti pada krim tartar atau jus lemon) dan pemanasan. Proses ini mengubah, atau memecah, sakarosa  menjadi dua komponen, glukosa  dan fruktosa, sehingga menurunkan ukuran kristal-kristal gula. Karena struktur kristalnya yang halus, gula inversi menghasilkan produk yang lebih halus dan digunakan dalam pembuatan berbagai jenis permen seperti fondant, dan berbagai sirup. Proses pembuatan jam dan selai secara otomatis menghasilkan gula inversi dengan menggabungkan asam alami dalam buah dengan gula granulasi dan memanaskan campuran tersebut.

Gula Jagung
Glukosa  yang diperoleh dari jagung.

Gula Muscovado
Gula coklat  gelap.

Gula Sdaning
Gula Sdaning merupakan gula kasar atau gula dekorasi. Kristalnya berukuran 4 kali lipat lebih besar dari gula granulasi pada umumnya. Digunakan untuk menghias makanan-makanan yang dipanggang dengan oven .

Referensi :

( http://www.food-info.net )
( http://www.dlc.fi )
( http://artikelkedokteran.net )

Advertisements

Posted on 24/09/2011, in Dunia Sukrosa and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. Artikel ini sangat menarik, karena selama ini belum ada yang benar2 mengulas masalah jenis-jenis gula yang ada di pasaran 🙂 keep up the good work.

  1. Pingback: Jenis Gula « Wong168's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: