Kekuasaan Menurut Budaya Barat dan Budaya Jawa

Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi atau memaksa kehendak kepada pihak lain sesuai dengan kehendak yang telah ditentukan. Kekuasaan memiliki keterkaitan yang erat disemua lini dalam stratifikasi sosial. Hal ini dikarenakan kekuasaan pada akhirnya akan memiliki kontribusi besar terhadap efek fungsi sosial. Namun demikian, berbicara tentang kekuasan itu sendiri. Hingga saat ini masih terdapat perbedaan pandangan dalam melihat kekuasaan itu sendiri, utamanya perbedaan cara pandang kekuasaan menurut budaya barat dan budaya jawa

Sifat Kekuasaan

Menurut budaya barat kekuasaan bersifat abstrak. Dalam arti tertentu, kekuasaan merupakan sesuatu yang tak tampak dengan mata. Kekuasaan merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu bentuk hubungan antar manusia. Hubungan yang dimaksud berupa hubungan mempengaruhi-menaati.

Menurut budaya jawa kekuasaan bersifat kongkret. Keberadaan kekuasaan tidak terikat pada orang yang menggunakannya. Kekuasaan merupakan kekuatan spiritual, misterius dan tak nyata yang menggerakkan dunia alami seperti batu, pohon, awan dan api, tetapi juga melalui misteri kehidupan seperti proses generasi dan regenerasi.

Sifat Sumber Kekuasaan

Menurut budaya barat sumber kekuasaan bersifat majemuk. Seseorang dapat mempengaruhi orang lain apabila dia memiliki dan mampu menggunakan sumber-sumber kekuasaan.

Menurut budaya jawa sumber kekuasaan bersifat homogen. Semua kekuasaan berasal dari tipe dan sumber yang sama. Kekuasaan dalam tangan individu atau kelompok tertentu identik dengan kekuasaan dalam individu atau kelompok lain.

Jumlah Kekuasaan

Menurut budaya barat jumlah kekuasaan tidak terbatas. Kekuasaan tidak akan bersifat terbatas karena kekuasaan merupakan abstraksi yang menggambarkan hubungan manusia.

Menurut budaya jawa jumlah kekuasaan di dunia ini bersifat tetap. Menurut pandangan ini jagat raya tidak meluas dan tidak pula menyempit. Jumlah total kekuatan di dalamnya juga tidak berubah. Karena kekuasaan itu ada bukan karena produk kekayaan, organisasi ataupun paksaan fisik maka kuantitasnya tetap.

Referensi :
Margaret Poloma “Contemporary Sociological Theory”
Soerjono Soekanto “Masyarakat dan Kekuasaan”

Advertisements

Posted on 29/04/2010, in Sosial Politik and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. Ini perbedaannya menurut siapa?

  2. sip

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: